NASA bersiap meluncurkan Teleskop Antariksa Nancy Grace Roman paling cepat akhir bulan depan. Misi ini membawa coronagraph aktif pertama yang akan dioperasikan di luar angkasa. Instrumen tersebut dirancang untuk menghilangkan sebagian besar cahaya bintang saat pengambilan gambar sehingga planet-planet di sekitarnya menjadi terlihat.
Teknologi kunci di balik coronagraph ini adalah cermin yang dapat mengubah bentuknya secara presisi. Cermin deformabel tersebut mampu menyesuaikan permukaannya ratusan kali per detik untuk mengoreksi gelombang cahaya yang datang. Hasilnya, cahaya bintang dapat ditekan hingga tingkat yang memungkinkan deteksi objek redup seperti planet gas raksasa.
Selama ini pencitraan langsung planet di luar tata surya sangat sulit karena cahaya bintang jauh lebih terang. Coronagraph di Teleskop Roman diharapkan mampu menangkap gambar planet mirip Jupiter yang mengorbit bintang mirip Matahari. Pendekatan ini berbeda dari metode transit atau kecepatan radial yang selama ini mendominasi penemuan exoplanet.
Salah satu konteks penting adalah bahwa teknologi cermin adaptif ini sebelumnya telah diuji secara ekstensif di observatorium berbasis darat. Pengalaman tersebut memberikan dasar bagi desain yang lebih stabil untuk kondisi tanpa atmosfer di ruang angkasa. Selain itu, keberhasilan coronagraph aktif ini berpotensi membuka jalan bagi misi generasi berikutnya yang menargetkan pencitraan planet berukuran lebih kecil.
Teleskop Roman juga membawa instrumen lain untuk survei langit lebar yang akan memetakan miliaran galaksi. Kombinasi data dari coronagraph dan survei tersebut dapat memberikan gambaran lebih lengkap tentang bagaimana sistem planet terbentuk di sekitar bintang berbeda. Para astronom berharap hasilnya dapat menunjukkan apakah tata surya kita termasuk konfigurasi yang umum atau langka.
Pengembangan coronagraph aktif membutuhkan kolaborasi antara beberapa lembaga dan industri optik presisi tinggi. Setiap komponen harus lulus uji getaran dan suhu ekstrem sebelum peluncuran. Setelah berada di orbit, kalibrasi instrumen akan dilakukan secara bertahap selama beberapa bulan pertama operasi.
Jika berhasil, teknologi ini akan menjadi tonggak penting dalam astronomi observasional. Kemampuan untuk melihat planet gas raksasa secara langsung dapat memperkaya pemahaman tentang proses migrasi planet dan interaksi dengan piringan debu di sekitar bintang muda.




